Jelang Idul Adha, Juleha Bintan Edukasi Panitia Kurban Terkait Standar SKKNI dan Daging ASUH

Bintan, Kepri, Peristiwa704 Dilihat

Bintan – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Bintan menggelar sosialisasi dan edukasi manajemen kurban berbasis SKKNI Nomor 147 Tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Nurul Mubin, Kijang Kota, Minggu (3/5), guna membekali panitia kurban menghadapi Idul Adha mendatang.

Bekerja sama dengan DPW JULEHA Kepri dan BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau, edukasi ini fokus pada standarisasi penyembelihan yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memenuhi kaidah kesehatan masyarakat veteriner.

banner 728x90

Mewakili Bupati Bintan, Asisten Administrasi Umum, dr. Gama Afri Isnaeni, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, peran Juleha sangat penting dalam mewujudkan pangan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Baca Juga :  Pemkab Bintan Tangani Perbaikan 479 RTLH, 139 Unit Dapat Dukungan Aspirasi Anggota DPR RI Riski Faisal

“Konsep ASUH ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Kita ingin memastikan daging kurban diproses secara higienis mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyembelihan, hingga distribusi,” ujar dr. Gama saat membuka acara.

Ketua DPD JULEHA Bintan, Drs. Mohd. Setioso, menambahkan bahwa profesi juru sembelih kini menuntut profesionalisme tinggi. “Peserta kita bekali teknik penggunaan alat hingga kesejahteraan hewan. Kita ingin pelaksanaan kurban di Bintan semakin tertib dan sesuai standar nasional,” tuturnya.

Dalam sesi teknis, drh. Iwan Berri Prima, yang juga menjabat Sekretaris DPD Juleha Bintan, memberikan catatan penting terkait etika. Ia menekankan agar petugas kurban menjaga kebersihan dan tidak merokok saat bertugas.

Baca Juga :  Kunjungi Rumah Bahagia Bintan, Wamen BKKBN Apresiasi Sekolah Lansia dan Gerakan GENTING

“Seorang Juleha harus menjadi contoh. Jangan merokok saat menangani daging, perhatikan kebersihan, dan yang paling penting jangan gunakan plastik hitam untuk membungkus daging kurban karena berisiko bagi kesehatan pangan,” tegas Iwan Berri.

Hadir pula sebagai narasumber dalam kegiatan ini Ketua DPW Juleha Kepri Sarifudin, Raden Dwi Wahyu, dan H. Arnel yang memberikan praktik langsung teknik sembelih halal kepada para peserta. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *