Hasil Lab Keluar, Bakteri Enterobacter cloacae Jadi Penyebab Dugaan Keracunan Pangan di Tanjung Uban

Bintan, Kepri, Peristiwa309 Dilihat

Bintan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan resmi merilis hasil pengujian laboratorium terkait kasus dugaan keracunan pangan yang menimpa warga Tanjung Uban Kecamatan Bintan Utara pada pertengahan April lalu. Berdasarkan uji sampel makanan  yang dikirim ke BPOM Batam, ditemukan adanya kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi korban.

Melalui pers rilis yang diterima, Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Retno Riswati menjelaskan bahwa Tim Gerak Cepat (TGC) bersama Puskesmas setempat telah bergerak melakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel sejak 13 April 2026. Dari empat sampel produk pangan yang diuji, satu sampel terdeteksi mengandung bakteri Enterobacter cloacae.

banner 728x90

“Hasil pengujian laboratorium dari BPOM Batam keluar pada 27 April 2026. Dari total sampel yang kami kirim, satu sampel dinyatakan positif mengandung bakteri Enterobacter cloacae,” dikutip dari rilis resmi yang dikirim Rabu (05/05), tanpa merinci makanan yang terkontaminasi.

Baca Juga :  Musim Angin Pengaruhi Pendapatan Nelayan, Imigrasi Tanjung Uban Hadirkan Bantuan Sembako

Kabar baiknya, Dinkes Bintan memastikan kondisi seluruh korban saat ini sudah pulih sepenuhnya. Hingga saat ini, korban telah dinyatakan sembuh semua setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan puskesmas.

Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Bintan telah memberikan penyuluhan intensif terkait perbaikan sanitasi dan higiene pengolahan makanan kepada pihak terkait. Selain itu, sebuah Surat Edaran (SE) juga diterbitkan guna menghimbau masyarakat yang akan menyelenggarakan acara besar agar berkoordinasi dengan Puskesmas untuk pembinaan keamanan pangan.

Masyarakat juga diingatkan untuk kembali menerapkan 5 Kunci Keamanan Pangan dari WHO, yakni menjaga kebersihan tangan dan peralatan, memisahkan bahan mentah dari makanan matang, memasak hingga matang sempurna, menjaga suhu makanan, serta memastikan air dan bahan baku yang digunakan aman. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *