Bintan – Kim Leng, atau yang akrab disapa Apek, harus menjalani hari-hari yang sunyi seorang diri di usia senjanya yang telah menginjak 90 tahun. Warga etnis Tionghoa ini tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata layak di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Kondisi rumah yang ditempatinya sangat memprihatinkan. Sejumlah tiang kayu dipasang seadanya, untuk menopang plafon yang sudah hancur. Atapnya berlubang di berbagai sudut, membuat air hujan bebas masuk ke dalam rumah. Bahkan, bagian dapur sudah tak lagi memiliki atap, langsung beratapkan langit.
Saat dikunjungi pada Senin (22/6/2026) siang, Apek Kim Leng tampak terbaring di atas kasur tipis. Dengan suara lirih, ia menceritakan kisah hidupnya. Berbicara dengannya membutuhkan kesabaran ekstra; volume suara harus ditinggikan karena pendengarannya yang sudah jauh berkurang, ditambah kondisi mata kanannya yang kini mengalami kebutaan.
Apek mengaku sudah tinggal di kawasan tersebut selama kurang lebih 30 tahun. Era 1990-an silam, ia dan mendiang istrinya sempat diganti rugi lahan di kawasan Lagoi, lalu pindah ke lokasi yang ia tempati saat ini.
“Setelah diganti rugi, kami dapat lahan di sini,” kenang Apek.
Sejak sang istri berpulang, masa tua Apek dilewati dalam kesendirian. Sesekali, anak perempuannya yang bekerja membuat tahu di Kecamatan Toapaya datang menjenguk dan mengantarkan makanan. Namun, jerat keterbatasan ekonomi membuat mereka jarang bertemu.
“Dia (anak) kerja membuat tahu, cuma bisa kasih Rp200 ribu sebulan. Itu tidak cukup, untuk dia sendiri pun pas-pasan. Jadi untung ada kelapa ini untuk tambah-tambah sedikit, kita jual. Kalau kelapa tidak ada, mau makan apa?” ketusnya sambil menatap nanar ke luar jendela.
Untuk pergi mengunjungi anaknya pun Apek tak mampu. “Saya mau ke sana, tapi tidak punya uang,” keluhnya dengan nada berat. Di tengah segala keterbatasan itu, harapan Apek sangat sederhana: ia hanya ingin menghabiskan sisa usianya di rumah yang aman dan layak.

Secercah Harapan dari PWI Bintan
Asa Apek akhirnya terjawab. Penderitaan tersembunyi yang dialami Apek sampai ke telinga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan. Setelah melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan perangkat desa, PWI Bintan bergerak cepat memutuskan untuk membedah rumah Apek.
Tepat pada Senin (22/6/2026) siang, pembangunan rumah baru untuk Apek resmi dimulai. Momen haru ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Camat Teluk Sebong Nuraini, di susul oleh Plt Kepala Desa Sebong Lagoi Syamsul Kamal dan Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo, serta Bhabinkamtibmas setempat. Momen tersebut turut dihadiri oleh anggota PWI Bintan.
Ketua PWI Bintan, Harjo Waluyo, mengungkapkan bahwa aksi sosial ini merupakan program bedah rumah keenam yang sukses dilaksanakan oleh pihaknya.
“Biasanya program bedah rumah ini kami laksanakan menjelang Hari Pers Nasional (HPN) pada bulan Februari. Namun tahun ini, PWI Bintan kembali melaksanakannya sejalan dengan momen Hari Kemerdekaan RI tahun 2026. Kita berharap apa yang kita berikan kepada Apek Kim Leng bisa memberikan tempat tinggal yang lebih nyaman, karena rumah yang sekarang sudah sangat tidak memungkinkan,” ujar Harjo.
Harjo menambahkan, suksesnya program ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang tergerak oleh kondisi Apek.
“Untuk membangun rumahnya, kita bekerja sama dengan semua pihak, baik dari swasta, instansi pemerintah, hingga TNI-Polri. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemilik lahan yang telah berbaik hati memberikan izin tempat kepada bapak Kim Leng di usia senjanya ini,” tambahnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari Camat Teluk Sebong, Nuraini. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian para kuli tinta di Bintan yang langsung turun tangan membantu warganya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PWI Bintan atas sumbangsihnya yang telah bersama-sama melaksanakan bedah rumah Bapak Kim Leng. Semoga apa yang kita laksanakan hari ini membawa berkah dan menjadikan Kecamatan Teluk Sebong khususnya, serta Kabupaten Bintan, menjadi lebih baik lagi,” pungkas Nuraini.
Rumah baru untuk Apek Kim Leng ditargetkan selesai dibangun pada awal Agustus nanti. Kado hunian layak ini diharapkan membawa kebahagiaan tersendiri bagi Apek, sejalan dengan semarak peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. (Tim)







