Tanjungpinang – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) memperkuat jejaring akademik dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan kualifikasi akademik dosen dan tenaga kependidikan UMRAH, khususnya melalui pendidikan doktoral.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama yang dihadiri jajaran pimpinan UMRAH, UB dan UNY di Surabaya, Minggu (30/8/2026).
Pada kesempatan yang sama, UMRAH juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) sebagai langkah awal pengembangan kolaborasi yang lebih spesifik antarfakultas.
Kerja sama dengan dua perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya UMRAH memperkuat sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Polivalen Gurindam.
Program ini memberikan kesempatan kepada dosen dan tenaga kependidikan UMRAH untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral, dengan tetap memperhatikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di institusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., mengatakan peningkatan kualifikasi akademik menjadi kebutuhan penting bagi UMRAH yang terus berkembang.
Dari sekitar 420 dosen UMRAH, saat ini baru sekitar 17 persen yang telah memiliki gelar doktor. Kondisi tersebut mendorong UMRAH melakukan percepatan peningkatan kualifikasi akademik melalui berbagai skema, salah satunya penyediaan beasiswa bagi dosen dan tenaga kependidikan.
“Salah satu upaya kami melakukan akselerasi adalah memberikan beasiswa, namanya Beasiswa Polivalen Gurindam,” ujar Agung.
Melalui program tersebut, UMRAH berharap semakin banyak dosen dan tenaga kependidikan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan doktoral, sekaligus tetap dapat menjalankan tugas kedinasan sesuai aturan.
Kerja sama dengan UB juga diarahkan pada pengembangan studi lanjut bagi sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) UMRAH melalui FEB UB.
Selain pendidikan doktoral, kerja sama UMRAH dan UB juga berpeluang dikembangkan ke bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan publikasi ilmiah.
Rektor UB, Prof. Widodo S., mendorong agar kerja sama kedua perguruan tinggi tidak berhenti pada program pendidikan, tetapi dilanjutkan dengan berbagai kolaborasi akademik.
“Kita ingin sekali kerja sama itu tidak berhenti di program pendidikan, tetapi lebih dari itu, dilanjutkan dengan riset bersama,” ujar Widodo.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak karya ilmiah yang dipublikasikan bersama. UB bahkan membuka peluang bagi dosen dan sivitas akademikanya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan bersama di UMRAH, termasuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, kerja sama UMRAH dengan UNY diarahkan pada pengembangan studi lanjut bagi dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRAH.
Pada tahap awal, FKIP UMRAH akan menjajaki kerja sama dengan sejumlah fakultas di UNY sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia.
Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, menyatakan pihaknya terbuka bagi sivitas akademika UMRAH yang ingin melanjutkan pendidikan doktoral.
“Mulai minggu ini, minggu depan, kalau mau mengikuti yang kuliah S3, kami welcome,” ujar Sumaryanto.
Selain membuka akses studi doktoral, UNY juga menawarkan peluang kerja sama di bidang penelitian, penulisan buku, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan akademik lainnya.
Kerja sama UMRAH dengan UB dan UNY diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah dosen dan tenaga kependidikan bergelar doktor, tetapi juga memperkuat kapasitas UMRAH dalam penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan pembelajaran.
Ke depan, kolaborasi dapat diperluas melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat hingga pengembangan kapasitas tenaga kependidikan.
Melalui Beasiswa Polivalen Gurindam dan jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi mitra, UMRAH menargetkan penguatan sumber daya manusia sekaligus membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin kuat dan mampu mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. (Red)













