Ucapkan Terima Kasih, Apek Kim Leng Akhirnya Punya Rumah Layak Berkat Bedah Rumah PWI Bintan

Bintan, Kepri, Peristiwa314 Dilihat

Bintan – Senyum bahagia terpancar dari wajah Apek Kim Leng saat memandangi rumah permanen bercat putih yang kini berdiri di hadapannya. Setelah menunggu lebih dari dua bulan, lansia berusia 94 tahun itu akhirnya memiliki hunian yang lebih layak untuk ditempati.

Apek Kim Leng merupakan warga Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, yang selama ini tinggal seorang diri. Ia tampak beberapa kali keluar masuk dari rumah lamanya sembari memandangi rumah baru berukuran 6×6 meter tersebut.

banner 728x90

Sesaat sebelum prosesi serah terima rumah, Jumat (4/9/2026) siang, Kim Leng berulang kali menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bintan yang berada di lokasi.

“Terima kasih, terima kasih,” ucapnya sembari mengepalkan  kedua tangan di depan dada dan menggoyangkannya.

Rumah tersebut merupakan bagian dari program  Bedah Rumah PWI Bintan  yang kembali dilaksanakan pada 2026. Tahun ini, program sosial tersebut terasa istimewa karena dilaksanakan sebanyak dua kali. Pertama, saat peringatan HPN  pada bulan Februari lalu dan  bulan Agustus dengan mengusung semangat kemerdekaan.

PWI Bintan memilih Kim Leng sebagai penerima manfaat setelah melihat kondisi tempat tinggalnya yang membutuhkan perhatian. Program ini juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang belum tersentuh program bantuan pemerintah, termasuk program rumah tidak layak huni (RTLH).

Baca Juga :  Siswi SMK Tanjunguban Meninggal Dunia, Polisi Ungkap Temuan Catatan dan Riwayat Konseling

Ketua PWI Bintan, Harjo Waluyo, mengatakan proses pembangunan rumah tersebut mengalami keterlambatan akibat kendala cuaca. Pembangunan yang biasanya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 40 hingga 45 hari, kali ini membutuhkan waktu lebih dari dua bulan.

“Rumah ini dikerjakan lebih dari dua bulan. Biasanya hanya 40-45 hari sudah selesai, namun kemarin karena kendala cuaca jadi agak terlambat,” ujar Harjo.

Menurutnya, rumah tersebut dibangun dari nol dengan luas 6×6 meter persegi. Hunian itu dilengkapi ruang tamu, dua kamar tidur, dapur dan kamar mandi.

Harjo mengatakan pemilihan penerima manfaat dilakukan dengan mempertimbangkan masyarakat yang membutuhkan, namun belum mendapatkan bantuan melalui program pemerintah.

“Rumah ini kita bangun dari nol, ukuran 6×6 meter persegi. Ada ruang tamu, dua kamar tidur, dapur dan kamar mandi,” katanya.

Ia berharap program Bedah Rumah PWI Bintan dapat menjadi pemicu bagi organisasi lain maupun pemerintah untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan.

Harjo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para mitra serta donatur yang telah memberikan dukungan dalam pembangunan rumah tersebut.

Baca Juga :  Pascakebakaran Mes SDN 003 Bintan Timur, Polres Bintan Beri Bantuan kepada Korban

Ketua PWI Kepulauan Riau, Saibansyah Dardani menyebut PWI Bintan sebagai satu-satunya PWI di Indonesia yang konsisten menjalankan program bedah rumah tersebut. Ia berharap konsistensi itu mendapat dukungan lebih luas dari berbagai pihak.

“Di Indonesia, hanya PWI Bintan yang konsisten menjalankan program bedah rumah ini. Jadi, sebagai Ketua PWI Kepri, saya berharap dukungan dari pemerintah daerah, DPRD, jajaran TNI-Polri serta para pengusaha tetap diberikan untuk menjalankan program bedah rumah ini,” ujarnya.

Pemkab Bintan Apresiasi Program Bedah Rumah PWI

Mewakili Bupati Bintan Roby Kurniawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, turut memberikan apresiasi terhadap program Bedah Rumah PWI Bintan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata empati dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat.

“Rasa empati dan kegotongroyongan yang dibangun oleh PWI Bintan lewat bedah rumah ke-6 dalam lima tahun terakhir ini, kami sangat memberikan apresiasi,” ujar Ronny.

Ia menilai program tersebut dapat menjadi pemicu bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat di tengah keterbatasan pemerintah daerah.

Ronny juga menjelaskan bahwa persoalan lahan menjadi salah satu kendala dalam penanganan rumah tidak layak huni. Kedepan ia menyarankan agar PWI Bintan  membuka peluang kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Baca Juga :  Sisir Kawasan Industri Lobam hingga Patroli Laut, Imigrasi Tanjung Uban Pastikan Aktivitas WNA Tertib Aturan

“Bukan pemerintah tidak mau membantu, tetapi karena terkendala oleh lahan milik orang lain. Saya kira ini bisa menjadi terobosan ke depannya. Tinggal diidentifikasi, melalui program CSR  perusahaan bisa berkolaborasi,” katanya.

Menurut Ronny, pemetaan terhadap wilayah dan masyarakat yang membutuhkan bantuan perlu dilakukan agar penanganannya dapat lebih tepat sasaran.

Apek Kim Leng Terima Kunci Rumah

Setelah melalui proses pembangunan selama lebih dari dua bulan, rumah baru tersebut akhirnya diserahkan kepada Apek Kim Leng.

Penyerahan kunci dilakukan oleh Sekda Bintan Ronny Kartika kepada Kim Leng. Prosesi tersebut turut disaksikan Wakapolres Bintan, Ketua PWI Kepulauan Riau, anggota DPRD Bintan, Camat Teluk Sebung serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kini, di usia 94 tahun, Apek Kim Leng memiliki rumah baru yang lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Ia telah merdeka dari rumah yang hampir roboh yang selama ini ditempatinya.

Senyum dan ucapan terima kasih yang berulang kali disampaikannya menjadi gambaran sederhana dari kebahagiaan seorang lansia yang akhirnya mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *