Panen Demplot PM-AAS di Bintan, Produktivitas Padi Ditargetkan di Atas 10 Ton per Hektare

Bintan — Pemerintah Kabupaten Bintan mendorong penerapan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penerapan Demplot PM-AAS di lahan persawahan Poyotomo, Kecamatan Teluk Bintan.

Lahan percontohan tersebut dipanen pada Selasa (15/9/2026) dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika bersama jajaran terkait.

banner 728x90

Demplot PM-AAS atau Pertanian Modern – Advanced Agricultural System merupakan lahan percontohan yang menerapkan sistem budidaya padi secara terintegrasi. Metode tersebut memadukan efisiensi penggunaan lahan, pengaturan pola tanam rapat, perlakuan benih hingga pemanfaatan mekanisasi pertanian.

Baca Juga :  KRYD Polda Kepri di Batam, 114 Orang Diamankan untuk Pemeriksaan Narkoba

Penerapan sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas padi dengan target produksi lebih dari 10 ton per hektare.

Panen di lahan demplot menjadi bagian dari evaluasi penerapan metode pertanian modern sekaligus melihat potensi pengembangan budidaya padi di Kabupaten Bintan.

Sekda Bintan Ronny Kartika mengatakan, sektor pertanian memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan perlu didukung dengan penerapan metode budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan.

“Panen ini menjadi salah satu gambaran bahwa sektor pertanian di Bintan memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Kita berharap hasil dari demplot ini dapat memberikan manfaat dan menjadi motivasi bagi petani untuk meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Baca Juga :  Dorong UMKM Naik Kelas dan Transaksi Digital, DKUPP Bintan Gelar Pasar Murah dan Bazar Peringati Hari Kewirausahaan

Menurut Ronny, keberadaan lahan percontohan juga diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi petani dalam menerapkan pola budidaya yang lebih efektif dan efisien.

Pemkab Bintan selanjutnya mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, petani dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan sektor pertanian.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjaga ketersediaan pangan serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Bintan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *