Bandara RHF Tanjungpinang Perkuat Sinergi Dorong Pasar Wisatawan Domestik dan Internasional

Tanjungpinang – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan pasar wisatawan domestik dan internasional di Kepulauan Riau.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Pasar Wisatawan Domestik dan Internasional melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah yang digelar di Tanjungpinang, Rabu (30/9/2026).

banner 728x90

Kegiatan yang diselenggarakan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), atau Injourney Airports Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang, tersebut mempertemukan pengelola bandara, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, biro perjalanan, perhotelan, kawasan wisata, asosiasi pariwisata, pelaku kuliner hingga media.

FGD membahas strategi bersama untuk mengoptimalkan konektivitas udara sebagai salah satu pendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian daerah.

General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengatakan pengembangan pasar wisatawan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak.

Baca Juga :  Data Penduduk Batam Tembus 1,3 Juta Jiwa, Wawako Tekankan Pentingnya Sinkronisasi dari Hulu ke Hilir

“Konektivitas penerbangan merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata, namun konektivitas tersebut perlu ditunjang dengan promosi yang kuat, produk wisata yang menarik, serta berbagai aktivitas ekonomi yang dapat memberikan pengalaman bagi wisatawan. Karena itu, diperlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan agar potensi yang dimiliki Tanjungpinang dan Kepulauan Riau dapat dioptimalkan,” ujar Setiadi.

Menurut Setiadi, keberadaan Bandara RHF tidak hanya berkaitan dengan fungsi sebagai simpul transportasi udara. Bandara juga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang menghubungkan wisatawan dengan destinasi, produk wisata, pelaku usaha dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, peserta turut memberikan masukan mengenai strategi pengembangan pariwisata Tanjungpinang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah promosi kalender event wisata secara masif dan konsisten melalui media maupun media sosial.

Baca Juga :  Investasi KEK Galang Batang Tembus Rp15,6 Triliun, PT BAI Jadi Motor Utama Realisasi PMA Bintan

Promosi event dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus mendorong peningkatan lama tinggal dan aktivitas ekonomi selama wisatawan berada di daerah.

Hasil FGD menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut. Bandara RHF akan membentuk grup komunikasi lintas pemangku kepentingan sebagai wadah koordinasi dan pertukaran informasi secara berkelanjutan.

Para pemangku kepentingan juga akan menggelar pertemuan lanjutan untuk menyusun sasaran bersama serta langkah strategis sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Kami berharap FGD ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Tidak berhenti pada diskusi mengenai penerbangan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menciptakan destinasi unggulan melalui promosi, produk wisata, event, dan aktivitas ekonomi sehingga konektivitas yang tersedia dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” kata Setiadi.

Baca Juga :  Jadi Ikon Wisata Regeneratif, Pulau Penyengat Tarik 6.200 Wisatawan di Awal 2026

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Salman, mengatakan Tanjungpinang memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari wisata bahari, budaya, sejarah hingga ekonomi kreatif.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan FGD yang diselenggarakan oleh Bandara RHF hari ini karena dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pelaku pariwisata guna meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian di Tanjungpinang,” ujar Salman.

Bandara RHF menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, maskapai penerbangan, pelaku industri pariwisata, asosiasi, komunitas serta pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Bandara Raja Haji Fisabilillah sebagai salah satu pintu masuk wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian di Kepulauan Riau. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *