Pilkades Bintan 2026 Digelar di 13 Desa, Pemkab Perkuat Antisipasi Konflik

Bintan, Kepri, Peristiwa171 Dilihat

Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026. Pilkades serentak tahun ini akan berlangsung di 13 desa, sementara satu desa lainnya mengikuti mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang dipimpin Bupati Bintan Roby Kurniawan di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Selasa (6/10/2026).

banner 728x90

Rapat dikoordinasikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bintan dengan melibatkan Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, panitia Pilkades serta unsur TNI-Polri.

Baca Juga :  Jadi Mentor di Kemendagri, Bupati Roby Kurniawan Kawal Proyek Perubahan Layanan Digital "Bintan Satu Akses"

Roby meminta seluruh tahapan Pilkades dipersiapkan secara matang agar pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, transparan dan demokratis.

“Pilkades harus menjadi pesta demokrasi masyarakat desa, bukan menjadi sumber konflik di tengah masyarakat,” tegas Roby.

Menurutnya, koordinasi perlu diperkuat sejak proses pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara hingga penetapan hasil serta pelantikan kepala desa terpilih.

Panitia Pilkades juga diminta bekerja secara profesional, transparan dan tidak memihak. Sementara aparatur pemerintahan diingatkan untuk menjaga netralitas serta tidak menggunakan fasilitas maupun kewenangan pemerintah untuk mendukung calon tertentu.

Baca Juga :  24 Tahun Usia Provinsi Kepri, Ekonomi Tumbuh 6,99 Persen dan Investasi Capai Rp40,38 Triliun

Dari sisi keamanan, TNI-Polri bersama pemerintah daerah, kecamatan dan desa diminta melakukan deteksi dini serta memetakan potensi kerawanan selama tahapan Pilkades berlangsung.

Pemkab Bintan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghindari praktik politik uang, penyebaran berita bohong, provokasi dan ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Roby menilai keberhasilan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya proses pemungutan suara. Lebih dari itu, Pilkades diharapkan menghasilkan kepala desa yang memiliki legitimasi dan mampu melanjutkan pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Bintan Lantik 40 PNS, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik Berkualitas

“Siapa pun yang terpilih nantinya adalah kepala desa bagi seluruh masyarakat desa, bukan hanya bagi masyarakat yang memilihnya,” ujarnya.

Pemkab Bintan berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana selama tahapan Pilkades 2026 sehingga proses demokrasi di tingkat desa berjalan kondusif sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Dengan koordinasi lintas sektor tersebut, pelaksanaan Pilkades di Bintan diharapkan berlangsung aman, damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *