30 Tahun Tak Direnovasi, Dermaga Nelayan Kawal Bintan Kini Miring

Bintan, Kepri177 Dilihat

Bintan – Kondisi dermaga di belakang Pasar Kangka Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, memprihatinkan. Struktur dermaga yang menjadi akses utama nelayan untuk aktivitas bongkar muat hasil tangkapan itu terlihat miring dan dikhawatirkan sewaktu-waktu ambruk.

Pantauan di lokasi, permukaan dermaga sudah mengalami kemiringan. Kondisi tersebut diduga akibat pondasi yang mengalami penurunan serta tiang penyangga yang sebagian konstruksi cor semennya telah terkelupas hingga menyisakan bagian tiang.

banner 728x90

Kondisi ini turut menyulitkan aktivitas kendaraan pengangkut ikan hasil tangkapan nelayan. Untuk mengantisipasi mobil pikap terperosok akibat permukaan dermaga yang miring, para nelayan terpaksa membuat penahan agar ban kendaraan tidak melorot.

Baca Juga :  BP Bintan Siapkan Sekitar 200 Titik Lampu Jalan Tenaga Surya pada 2027

Tak hanya itu, nelayan juga bergotong royong memasang tiang pancang tambahan menggunakan pohon nibung sebagai upaya menahan struktur dermaga agar tidak semakin miring.

Ketua Kelompok Nelayan Kawal Bersatu, Kusman, mengatakan dermaga tersebut telah berusia sekitar 30 tahun dan belum pernah mendapatkan renovasi. Kondisi kemiringan dermaga bahkan semakin parah dalam empat hingga lima tahun terakhir.

Menurutnya, sekitar 70 nelayan memanfaatkan dermaga tersebut untuk aktivitas turun dan naik melaut, termasuk membongkar hasil tangkapan.

“Harapan kami khususnya nelayan Kawal dan nelayan yang menggunakan dermaga ini untuk aktivitas, dermaga ini diperbaiki karena merupakan aset bersama. Usia dermaga ini sudah sekitar 30 tahun, belum ada renovasi sama sekali. Untuk kelanjutannya, kami bergotong royong seadanya. Kondisi miring ini paling parah sejak empat sampai lima tahun terakhir. Pondasinya sudah turun,” ujar Kusman, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga :  Roby Kurniawan Tinjau Peningkatan Jalan di Toapaya: Akses Kampung Kini Lebih Nyaman

Kekhawatiran serupa disampaikan Syamsudin, salah seorang nelayan yang menggunakan dermaga tersebut. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

Menurutnya, usulan perbaikan dermaga sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

“Kami berharap dermaga ini diperbaiki. Kami khawatir suatu saat dermaga ini ambruk ke bawah. Kami sudah sering mengajukan perbaikan saat Musrenbang, tetapi sampai sekarang belum ada,” ujar Syamsudin.

Para nelayan berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti kondisi tersebut agar dermaga tetap aman digunakan. Sebab, selain menjadi fasilitas penunjang aktivitas melaut, dermaga itu juga menjadi akses penting bagi puluhan nelayan di kawasan Kawal. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *