BPBD Bintan Dorong Keluarga Jadi Garda Terdepan Hadapi Bencana

Bintan, Kepri, Peristiwa157 Dilihat

Bintan – Kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Setiap anggota keluarga harus memiliki pemahaman mengenai potensi ancaman bencana, langkah penyelamatan, hingga tindakan yang perlu dilakukan dalam situasi darurat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, saat menutup Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Kecamatan Gunung Kijang, Jumat (6/11/2026).

banner 728x90

Ronny yang juga menjabat Ex Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan mengatakan, keluarga merupakan lingkup terkecil masyarakat sekaligus garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Baca Juga :  Tahun Pertama Gemilang: Pendapatan Batam Melejit Rp4,29 Triliun di Bawah Kepemimpinan Amsakar-Li Claudia

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya menjadi pengetahuan, tetapi perlu diterapkan sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkup terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam mengenali potensi risiko, memahami langkah penyelamatan, serta mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi bencana,” ujar Ronny.

Ia menegaskan, upaya membangun masyarakat tangguh bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat juga diperlukan agar setiap individu memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat.

Baca Juga :  Peresmian 510 Dapur SPPG dan 18 Gudang Pangan, Polres Bintan Ambil Peran Strategis

Dalam kesempatan tersebut, Ronny berharap para peserta sosialisasi dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Ilmu yang diperoleh hendaknya diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana,” katanya.

Ia juga berharap masyarakat tidak mudah panik ketika menghadapi bencana, melainkan mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan terarah.

Baca Juga :  Dukung Program MBG Presiden Prabowo. Amsakar Raih Penghargaan, Anggaran Pendidikan Batam Tembus Rp1,1 Triliun!

Sosialisasi yang diselenggarakan BPBD Kabupaten Bintan tersebut diikuti sebanyak 40 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi dan risiko bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kemungkinan bencana di lingkungan masing-masing.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah daerah berharap budaya tanggap bencana semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keluarga di Kabupaten Bintan lebih mandiri dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *