Perkuat Sinergi Pesisir, UMRAH dan UNRI Gandeng Mahasiswa Malaysia-Singapura dalam KUKERTA Kolaborasi

Uncategorized45 Dilihat

Batam – Dua perguruan tinggi ternama di wilayah Sumatera, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan Universitas Riau (UNRI), resmi menyepakati kerja sama strategis untuk program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) bertajuk “Kolaborasi Berdampak”.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini berlangsung di Aston Nagoya Thamrin City, Batam, Sabtu (11/4). Langkah ini dirancang untuk memperkuat pengabdian masyarakat yang lebih nyata, berkelanjutan, dan berorientasi global.

Wakil Rektor UMRAH Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Suryadi, mengungkapkan bahwa UMRAH memiliki ikatan sejarah dan kerja sama yang erat dengan UNRI dalam memajukan institusi pendidikan di wilayah Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Batam Menuju Kota Tanpa TPS Terbuka: Li Claudia Chandra Percepat Transformasi Sampah 2026

“Melalui kerja sama ini, kami berharap terwujud sinergi konkret dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian, khususnya melalui program KUKERTA bersama yang memberikan dampak nyata bagi warga pesisir,” ujar Dr. Suryadi.

Yang menarik dari program KUKERTA kolaboratif ini adalah adanya keterlibatan mahasiswa dari mancanegara. Selain mahasiswa UMRAH dan UNRI, program ini membuka pintu bagi mahasiswa dari Johor (Malaysia) dan Singapura.

Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pengabdian yang adaptif terhadap isu-isu wilayah kepulauan, sekaligus memberikan pengalaman global bagi para mahasiswa yang terlibat.

Baca Juga :  Prodi Pendidikan Kimia UMRAH Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Mutu dan Daya Saing Akademik

Komitmen Tridarma Perguruan Tinggi

Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, memberikan apresiasi tinggi atas terjalinnya PKS ini. Menurutnya, kolaborasi antar-perguruan tinggi adalah kunci untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Kerja sama ini adalah implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang kolaboratif. Kami berharap program ini tidak hanya menjadi wadah belajar bagi mahasiswa, tetapi benar-benar memberikan solusi nyata bagi tantangan di wilayah pesisir dan kepulauan,” tegas Prof. Agung.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting kedua kampus, termasuk Rektor UNRI Prof. Dr. Sri Indarti beserta jajaran pimpinan LPPM dari kedua universitas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *