Awali Safari Ramadan 1447 H, Pemprov Kepri Kucurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Rumah Ibadah di Lingga

Kepri, Lingga, Peristiwa174 Dilihat

Lingga – Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, bersama Wakil Gubernur, Nyanyang Haris Pratamura, resmi memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Lingga, Senin (23/2/2026). Selain mempererat silaturahmi, kunjungan perdana ini ditandai dengan penyaluran bantuan CSR untuk rumah ibadah senilai belasan juta rupiah.

Rangkaian kegiatan dimulai di Masjid Babul Ikhlas pada sore hari. Di sana, Gubernur dan Wagub berbaur bersama ratusan jemaah dalam suasana buka puasa yang sederhana namun penuh khidmat. Pada kesempatan tersebut, Pemprov Kepri menyerahkan bantuan CSR sebesar Rp5 juta untuk pemeliharaan masjid.

banner 728x90

Usai berbuka, rombongan melanjutkan agenda ke Masjid Al Akhyar untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjemaah. Sebagai bentuk dukungan terhadap infrastruktur spiritual, Gubernur Ansar kembali menyerahkan bantuan CSR sebesar Rp10 juta untuk Masjid Al Akhyar, sehingga total bantuan yang disalurkan di Lingga mencapai Rp15 juta.

Baca Juga :  Kepri Perkuat Keterbukaan Informasi, 151 Badan Publik Masuk Evaluasi E-Monev 2026

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menekankan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wadah untuk memperkuat iman dan kepedulian sosial.

“Bulan suci ini mengajarkan kita untuk membersihkan hati dan berbagi kebahagiaan. Saya bersyukur bisa hadir di tengah masyarakat Lingga. Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai sarana membangun Kepri yang lebih harmonis,” ujar Ansar Ahmad.

Senada dengan Gubernur, Wagub Nyanyang Haris Pratamura menambahkan bahwa kehadiran mereka di Lingga merupakan bentuk komitmen untuk merangkul masyarakat, terutama yang berada di wilayah pulau-pulau.

Baca Juga :  Bukan Ngabuburit Biasa! Gubernur Ansar 'Nyemplung' Bersihkan Sampah Laut di Depan Balai Adat Penyengat

“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Bantuan ini semoga menjadi berkah bagi fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pendidikan agama,” pungkas Nyanyang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *