Bintan – Sebuah video aksi perundungan atau bullying yang menimpa seorang siswa di SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Hingga saat ini, upaya mediasi yang difasilitasi pihak sekolah dan kepolisian belum menemui titik terang.
Dalam rekaman video yang beredar luas tersebut, korban yang diketahui merupakan siswa kelas 10 jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) berinisial G-P, tampak mengalami tindakan perundungan secara verbal maupun fisik oleh teman sekelasnya. Korban terlihat diprovokasi untuk berkelahi hingga sempat menerima pukulan dari pelaku, sementara siswa lain merekam kejadian tersebut.
Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah telah bergerak cepat dengan memanggil orang tua kedua belah pihak pada Jumat (24/4/2026) lalu.
“Kami sudah melakukan upaya pemanggilan, namun pada pertemuan pertama tersebut hanya orang tua pelaku yang hadir,” ujar Doni.
Persoalan ini pun sempat dibawa ke Polsek Bintan Utara untuk dilakukan mediasi lanjutan. Namun, keluarga korban diketahui masih belum bisa menerima tindakan perundungan yang menimpa anak mereka, sehingga kesepakatan damai belum tercapai.
Guna mencari jalan tengah dan mendinginkan suasana, pihak sekolah berencana melibatkan tokoh masyarakat melalui Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan. Mediasi bersama LAM dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/4) sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan.
“Pihak sekolah sangat berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan kekeluargaan, namun tetap memperhatikan keadilan bagi korban agar kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan sekolah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih terus melakukan pendampingan terhadap siswa yang terlibat guna memastikan kondusifitas kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Seri Kuala Lobam. (Tim)







