Batam – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi membuka perayaan International Jazz Day 2026 yang berlangsung meriah di Park Avenue Mall Batam, Rabu (30/4/2026). Perhelatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai destinasi pariwisata unggulan sekaligus ruang ekspresi seni bertaraf internasional.
Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menggarisbawahi sejarah panjang musik jazz yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya musik Indonesia sejak tahun 1919.
“Seiring waktu, jazz telah menjadi bagian integral dari budaya musik Indonesia dan dirayakan melalui berbagai festival berskala internasional. Ini menunjukkan bahwa jazz bukan sekadar genre musik, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi dan kreativitas lintas budaya,” ujar Nyanyang.
Perayaan tahun ini terasa spesial karena merupakan penyelenggaraan ke-11 oleh Batam Jazz Society, bertepatan dengan peringatan 15 tahun International Jazz Day secara global yang mengusung tema “Beyond Borders”. Tema ini menegaskan kekuatan jazz sebagai bahasa universal yang mampu melampaui batas negara dan budaya.
Nyanyang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mendukung aktivitas masyarakat yang berdampak pada pembangunan sektor pariwisata. Sebagai salah satu daerah pelopor pariwisata di Indonesia, Kepri harus terus berinovasi melalui event berkualitas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Event-event pariwisata seperti International Jazz Day harus terus kita konsistenkan sebagai bagian dari upaya memajukan sektor pariwisata Kepri,” tegasnya.
Pemerintah berharap agenda tahunan ini semakin besar dan berkualitas sehingga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh penting di antaranya Anggota DPRD Provinsi Kepri Asmin Patros, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal, Sekretaris Dinas Pariwisata Kepri Anjar, Kadispar Batam Ardiwinata, serta jajaran pimpinan asosiasi pariwisata seperti ASPPI dan Perwara Indonesia. (Red)












