Harga Pakan Naik 30 Persen, Satgas Pangan Bintan Sepakati Penyesuaian Harga Ayam Potong di Kandang

Bintan, Kepri, Peristiwa107 Dilihat

Bintan – Harga ayam di tingkat produsen atau peternak di Kabupaten Bintan resmi mengalami penyesuaian. Meski ada perubahan harga di tingkat bawah, Satgas Pangan Kabupaten Bintan memastikan harga jual di tingkat pedagang pasar tradisional tidak akan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Penyesuaian ini dipicu oleh lonjakan harga pakan ternak yang terjadi di kawasan Kabupaten Bintan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut kian membebani para peternak unggas, khususnya ayam potong, karena harga jual di tingkat kandang dinilai tidak lagi sebanding dengan tingginya biaya produksi.

Jemi, salah seorang peternak ayam yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Unggas Bintan (APUB), mengungkapkan bahwa biaya produksi di kandangnya saat ini sudah menyentuh angka Rp27.000 per kilogram.

Baca Juga :  IGD RSJKO Engku Daud Alami Lonjakan Pasien Diare, Penyebab Pasti Masih Menjadi Misteri

“Kenaikan harga pakan sangat drastis, kalau tidak kita kejar kita akan rugi, harga produksi yang dikeluarkan sekitar 27 ribu rupiah per kilogram, biaya ini terbilang meningkat tajam, sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan biaya produksi pada tahun sebelumnya,” ungkap Jemi saat ditemui di Pasar Barek Motor Kijang, Kamis (22/05/2026).

Satgas Pangan Jamin Harga Pasar Tetap Sesuai HET

Menyikapi keluhan tersebut, pemerintah daerah melalui Satgas Pangan langsung bergerak cepat dengan mengakomodir aspirasi para peternak. Hasilnya, kedua belah pihak menyepakati adanya penyesuaian harga ayam khusus di tingkat kandang atau produsen.

Baca Juga :  Kunjungi Kelurahan Leato Selatan, Presiden Prabowo: Kita Ingin Nelayan Seluruh Indonesia Hidup Layak

Langkah ini diambil dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat luas. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Setia Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawasi ketat fluktuasi harga di pasaran.

“Satgas Pangan sudah menggelar rapat koordinasi dengan mengundang Asosiasi Peternak Unggas Bintan dan pihak perusahaan untuk mengakomodir keluhan peternak lokal. Mengingat harga pakan naik dari Rp480 ribu menjadi Rp530 ribu per karung (50 kg), mereka meminta penyesuaian harga jual di tingkat kandang,” ujar Setia Kurniawan.

Baca Juga :  Masuk Kalender KEN 2026, Ratusan Perahu Jong Warnai Perairan Bintan Resorts

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan (win-win solution), baik bagi keberlanjutan usaha para peternak lokal maupun dalam menjaga stabilitas harga pangan bagi konsumen.

“Prinsipnya, pemerintah ingin peternak lokal dan peternak perusahaan bisa tumbuh dan bangkit bersama. Untuk harga di tingkat kandang masih kita toleransi, tetapi kami tekankan harga di pasar jangan melebihi HET sebesar Rp40.000 per kilogram. Alhamdulillah, harga ayam potong di Bintan saat ini masih stabil di angka Rp38.000 sampai Rp39.000, dan maksimal Rp40.000,” tegasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *