Setara Bapomi dan Bapopsi di KONI, SIWO PWI Kepri Justru Mengaku Tak Dapat Tempat di Pemerintah Daerah

Bintan – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah bersiap mengukir sejarah baru. Untuk pertama kalinya, SIWO Kepri dijadwalkan menggelar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) tingkat provinsi pada tahun 2026 ini.

Ajang perdana ini menjadi langkah seleksi krusial bagi para jurnalis olahraga Kepri sebelum berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan dihelat di Lampung pada April 2027 mendatang.

banner 728x90

Namun, di balik persiapan besar tersebut, terselip cerita miris. SIWO Kepri yang secara regulasi merupakan Badan Fungsional sekaligus Anggota Resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), mengaku sama sekali tidak mendapatkan tempat ataupun perhatian anggaran dari pemerintah daerah.

Ketimpangan ini mencuat ke permukaan dan menjadi topik hangat dalam diskusi kunjungan silaturahmi Ketua PWI Provinsi Kepri, Saibansah Dardani, bersama Pengurus PWI Kabupaten Bintan di Restoran Nusantara, Tanjunguban, Kamis (16/7/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo beserta jajarannya, dan Wakil Sekretaris PWI Kepri M. Ihsan.

“Kedatangan kami ke Bintan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyosialisasikan penyelenggaraan Porwada 2026 Kepri demi menyongsong Porwanas 2027 di Lampung,” buka Saibansah Dardani yang akrab disapa Cak Iban.

Posisi Legalitas SIWO Setara Bapomi dan Bapopsi

Baca Juga :  Resmi Dibuka Ade Angga, Musda IX Golkar Bintan Berpotensi Antar Fiven Sumanti Terpilih Aklamasi

Dalam forum tersebut, Cak Iban membedah struktur kelembagaan pembinaan olahraga. Otoritas tertinggi olahraga di Indonesia berada di bawah naungan KONI, yang beranggotakan jajaran pengurus cabang olahraga (cabor) serta sejumlah badan fungsional.

Di kalangan pelajar, terdapat Badan Pembinaan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) yang mengurusi ajang Popda hingga Popnas. Di tingkat perguruan tinggi, ada Badan Pembinaan Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) yang memegang wewenang Pomprov hingga Pomnas. Begitu pula dengan kalangan jurnalis, pembinaan atlet wartawan berada penuh di bawah bendera SIWO PWI melalui ajang Porwada dan Porwanas.

“KONI membawahi puluhan cabor serta Bapomi, Bapopsi, dan SIWO. Kita semua berada di posisi yang sama dan memiliki kalender event resmi hingga level nasional. Namun di Provinsi Kepri, SIWO seperti tidak mendapatkan tempat yang sama,” sesal Cak Iban.

Soroti Ketimpangan Anggaran Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, Cak Iban membeberkan bukti nyata ketimpangan dukungan dari pemerintah daerah. Pemerintah Kota Batam dan Tanjungpinang terbukti mampu mengalokasikan anggaran untuk Pekan Olahraga Kota (Porkot) demi menyaring atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Bahkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kepri rutin menggelontorkan anggaran besar untuk ajang Porprov serta Popda.

Dukungan serupa mengalir dari Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), yang mengucurkan dana hibah untuk Porwil dan PON kepada KONI, dana Popnas kepada Bapopsi, hingga alokasi anggaran Pomnas untuk Bapomi.

Baca Juga :  Ratusan Lansia di Tanjung Uban Sumringah, IPTI Kepri dan PWI Bintan Hadir Bawa Sembako Gratis

“Sementara untuk SIWO PWI Kepri yang kedudukannya sama-sama badan fungsional, tidak pernah mendapatkan tempat dalam pengalokasian anggaran daerah. Padahal, legalitas kami jelas terdaftar di KONI. Ironisnya, ada Bapopsi di tingkat kabupaten/kota yang belum memiliki legalitas keanggotaan KONI, justru mendapat kucuran dana dari Pemda. Ini realita pahit yang terjadi di Kepri,” ungkapnya blak-blakan.

Tetap Gelar Porwada 2026 demi Kejayaan Kepri

Meski minim perhatian dari pemerintah daerah, PWI Kepri menegaskan tidak akan mundur dan tetap berkomitmen menyelenggarakan Porwada 2026. Saat ini, proses sosialisasi dan pendaftaran atlet jurnalis terus digenjot.

Adapun sejumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Porwada Kepri mengacu pada cabor Porwanas Lampung 2027, meliputi:

  • Atletik, Biliar, Bulu Tangkis, Catur, Bridge, Tenis Meja

  • Mini Soccer, Futsal, Tenis, E-Sport, Domino

  • Lomba Karya Jurnalistik, Fotografi, dan Karaoke

“Formulir pendaftaran sudah disebar ke seluruh PWI kabupaten/kota se-Kepri. Hingga Kamis 16 Juli ini, baru PWI Kabupaten Bintan yang secara perdana menyerahkan dokumen pendaftaran atlet. Kami masih menunggu dari wilayah lain,” lanjut Cak Iban.

Rencananya, nama-nama atlet terbaik hasil Porwada Kepri harus segera dikunci untuk proses entry by name ke panitia besar pusat pada Agustus 2026 nanti.

“Mungkin selama ini pejabat daerah ada yang tidak tahu, atau bisa saja pura-pura tidak tahu mengenai Porwada dan Porwanas ini. Kami berharap mulai tahun ini, atlet dari kalangan wartawan di bawah naungan SIWO bisa mendapat ruang dan tempat yang setara,” tegasnya.

Senada dengan pengurus provinsi, Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan sosialisasi program kerja PWI Kepri tersebut.

Harjo menceritakan bahwa di tingkat lokal, SIWO PWI Bintan sejatinya sudah resmi masuk ke dalam struktur kepengurusan serta memiliki legalitas hukum yang sah sebagai badan fungsional KONI Bintan sejak tahun 2022 lalu. Namun, nasib baik anggaran belum juga berpihak.

“Kami sudah dua kali mengirimkan perwakilan mengikuti ajang Porwanas, dan selama itu pula tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah daerah. Kami berharap melalui momentum Porwada Kepri nanti, pemerintah daerah mulai membuka mata. Jangan hanya Porprov dan Popda saja yang diperhatikan, kami para wartawan olahraga juga butuh tempat yang sama,” pungkas Harjo. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *