Reses Anggota DPRD Kepri Aman, Warga Bengkong Sampaikan Keluhan soal Pengangguran & Banjir hingga Keamanan Lingkungan

Batam, Kepri, Parlemen43 Dilihat

Batam – Persoalan sulitnya mendapatkan pekerjaan, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, hingga masalah banjir menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan warga saat reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd., MM, di Kavling Harapan Jaya, RW 13, Jalan Bengkong Nusantara, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Minggu (9/8/2026).

Dalam kegiatan reses Masa Sidang III Tahun 2026 tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah persoalan lain, mulai dari kondisi fasilitas umum, penerangan jalan, kebutuhan CCTV hingga akses pendidikan.

banner 728x90

Ketua RT 07, Sohirin, mengapresiasi bantuan Aman dalam pembangunan jalan di kawasan tersebut. Namun, ia meminta perhatian terhadap persoalan banjir yang terjadi di perbatasan RT 04, RT 06 dan RT 07.

Menurutnya, terdapat gorong-gorong yang mengalami penyumbatan sehingga air tidak mengalir dengan baik dan menyebabkan banjir ketika hujan.

Warga sebelumnya telah berupaya melakukan penggalangan iuran secara swadaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, keterbatasan biaya membuat penanganannya belum maksimal.

“Ini ada gorong-gorong yang macet sehingga mengakibatkan banjir. Kami sudah mencoba tek-tekan (iuran bersama), tapi mengingat material dan sebagainya masih kurang, jadi mohon bantuannya,” ujar Sohirin.

Sementara itu, Ketua RT 06, Nurwahidun, menyampaikan aspirasi terkait kondisi fasilitas umum di lingkungannya. Ia berharap lapangan yang saat ini masih berupa tanah dapat dilakukan semenisasi sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat dengan lebih baik.

Warga, kata dia, telah menyiapkan proposal pengajuan pembangunan tersebut agar dapat menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga :  Waduk Sei Jago Mengering, Warga Tanjunguban Keluhkan Tagihan PDAM Tetap Membengkak

Persoalan lain yang mencuat dalam reses adalah akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas.

Warga bernama Suparjo meminta pemerintah daerah memperkuat komitmen dalam membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia menilai masih terdapat perusahaan yang belum memberikan kesempatan secara optimal kepada kelompok tersebut.

“Kami minta tolong agar difabel diprioritaskan untuk dapat bekerja di perusahaan-perusahaan,” katanya.

Selain itu, Zulhamid meminta pemerintah memberi perhatian terhadap masih banyaknya tenaga kerja lokal yang belum mendapatkan pekerjaan.

Ia berharap masyarakat Batam diberikan akses pelatihan yang lebih luas sehingga memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Aspirasi mengenai keamanan lingkungan juga disampaikan tokoh pemuda, Edi. Ia meminta adanya penambahan lampu penerangan jalan serta pemasangan kamera pengawas atau CCTV.

Menurutnya, kondisi sejumlah titik yang minim penerangan pada malam hari membuat warga merasa kurang aman. Bahkan, ia menyebut telah terjadi beberapa kasus kehilangan di kawasan tersebut.

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Aman langsung meninjau kondisi gorong-gorong yang dikeluhkan warga. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Untuk persoalan fasilitas umum, Aman juga mendorong perangkat RT segera mengurus legalisasi fasum agar memiliki kepastian hukum serta kelengkapan dokumen.

Dorong Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Terkait aspirasi penyandang disabilitas, Aman menegaskan bahwa hak untuk mendapatkan pekerjaan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Baca Juga :  Eka Suswaini Raih Doktor di UNDIP, Riset Distribusi BBM Kepulauan Dinilai Strategis bagi Indonesia

Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya terkait aturan, tetapi bagaimana pemerintah dan pihak terkait memastikan ketentuan tersebut benar-benar direalisasikan.

“Persoalannya adalah bagaimana fokus pemerintah kita untuk bisa merealisasikan amanah dari Undang-Undang tersebut dan amanah regulasi di masing-masing daerah, agar bisa direalisasikan,” ujar Aman.

Ia mengatakan, saat masih menjadi anggota DPRD Kota Batam, dirinya pernah mendorong pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas sebagai salah satu upaya membuka akses mereka ke dunia kerja.

Pelatihan tersebut dinilai penting karena kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja juga mensyaratkan kompetensi tertentu.

Aman menyebut sejumlah penyandang disabilitas, seperti tuna rungu, tuna daksa dan tuna wicara, pernah mendapatkan pelatihan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) yang kompeten dan kemudian berhasil bekerja di perusahaan.

Menurutnya, program peningkatan kompetensi tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penyandang disabilitas memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Pelatihan Tenaga Kerja Lokal Jadi Perhatian

Tidak hanya penyandang disabilitas, Aman juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui berbagai program pelatihan.

Ia menilai pelatihan menjadi salah satu langkah penting untuk memperbesar peluang masyarakat lokal masuk ke dunia kerja, terutama pada sektor industri yang membutuhkan tenaga terampil.

Beberapa jenis keterampilan yang dinilai memiliki peluang kerja antara lain scaffolder dan welder atau tenaga pengelasan.

Aman menyebut peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal penting untuk menjawab persoalan pengangguran di Kepulauan Riau yang dalam data yang disampaikan mencapai 6,87 persen.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kepri Minta RSUD Raja Ahmad Tabib Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

“Pelatihan harus terus kita dorong agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Ia menjelaskan, reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat. Berbagai masukan yang diterima nantinya menjadi bahan dalam pembahasan perencanaan dan pembangunan daerah.

Aman yang saat ini duduk di Komisi IV DPRD Kepri juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.

SMK Negeri di Bengkong Mulai Beroperasi

Dalam kesempatan tersebut, Aman juga menyampaikan perkembangan pembangunan sektor pendidikan di Bengkong.

Ia mengatakan, sebelumnya masyarakat Bengkong yang ingin menyekolahkan anaknya di SMK Negeri harus mengakses sekolah di wilayah lain, seperti Batam Kota, Batuaji hingga Nongsa.

Karena itu, pembangunan SMK Negeri di Bengkong menjadi salah satu aspirasi yang diperjuangkannya selama duduk di DPRD Kepri.

“Satu tahun lebih saya di DPRD Kepri dan membahas anggaran, maka saya mengusulkan agar di Bengkong itu dibangun SMK Negeri. Alhamdulillah, mulai tahun ajaran sekarang, di Bengkong sudah ada SMK Negeri,” ujarnya.

Keberadaan SMK Negeri tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan vokasi bagi masyarakat Bengkong sekaligus membantu menyiapkan generasi muda dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

Sumber: Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *