Pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan Berlanjut, 4 Kubah Mulai Dikerjakan

Bintan, Kepri, Peristiwa58 Dilihat

Bintan — Pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan di Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, terus berlanjut secara bertahap. Pembangunan rumah ibadah yang berada di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bintan tersebut telah dimulai sejak 2019 menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bintan.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) melanjutkan pembangunan dengan mengerjakan empat kubah masjid, yang terdiri dari satu kubah induk dan tiga kubah kecil.

banner 728x90

Selain pembangunan kubah, pekerjaan tahun ini juga mencakup pembangunan sumur bor, instalasi listrik, jaringan air serta sejumlah pekerjaan pendukung lainnya.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bintan, Muhammad Irzan, mengatakan nilai kontrak pekerjaan pembangunan kubah Masjid Agung Bandar Seri Bentan tahun 2026 mencapai sekitar Rp5,8 miliar.

“Untuk proses pembangunan kubah Masjid Agung Bandar Seri Bentan tahun 2026 ini nilai kontrak sebesar Rp5,8 miliar. Untuk pembangunan satu kubah besar dan tiga kubah kecil, termasuk pembuatan sumur bor, pemasangan instalasi listrik, dan pemasangan jaringan air untuk kebutuhan masjid dan masyarakat, dan lainnya,” kata Irzan  saat memaparkan progres pembangunan Mesjid Agung Bandar Seri Bentan di Kantor Disperkim Bintan, Kijang, Bintan Timur. Kamis (10/09/2026).

Menurutnya, kubah masjid sengaja didatangkan dari Tuban, Jawa Timur. Material yang digunakan berupa stainless steel yang diproduksi secara khusus di daerah tersebut. Sementara desain kubah masjid mengadopsi bentuk kubah Masjid Al Ashom di Tangerang.

Baca Juga :  Kisah Kompol Andi Sutrisno, Polisi di Kepri yang Dijuluki 'Andi Mayat' karena Kerap Turun ke Liang Lahat

“Kubah masjid sengaja didatangkan dari Tuban, Jawa Timur menggunakan bahan stainless steel, yang memang dipabrikasi di sana dan didatangkan secara khusus untuk masjid ini,” ujarnya.

Penggunaan stainless steel, kata Irzan, dipilih karena dinilai lebih tahan dan dapat menekan biaya perawatan dalam jangka panjang.

Kubah induk Masjid Agung Bandar Seri Bentan memiliki tinggi sekitar 12,20 meter dengan diameter 13 meter. Pekerjaan pembangunan kubah ditargetkan selesai sebelum akhir 2026 dengan masa pengerjaan selama 180 hari kalender.

Secara khusus, para pekerja untuk memasang kubah itu sengaja didatangkan dari Tuban, Jawa Timur.

“Karena mereka yang mengerti tekhnik memasang kubah,” jelas Irzan.

Sumur Bor Disiapkan untuk Masjid dan Masyarakat

Selain kubah, Pemkab Bintan juga membangun sumur bor yang nantinya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air di lingkungan masjid, tetapi juga diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Irzan mengatakan pemerintah Pemkab Bintan berencana menyediakan fasilitas air langsung minum yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

“Sumur bor itu akan digunakan untuk keperluan masjid dan ke depannya juga akan digunakan untuk keperluan masyarakat. Kita akan menyediakan air minum yang langsung siap minum gratis bagi masyarakat,” katanya.

Lanjutan Pembangunan Dianggarkan Rp2 Miliar pada 2027

Pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan diproyeksikan masih membutuhkan anggaran cukup besar untuk menyelesaikan seluruh bagian bangunan.

Baca Juga :  Wajib Dukung Program MBG, Wagub Nyanyang Resmikan K&S Brother Farm di Bintan

Pada  tahun 2027, Pemkab Bintan berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk melanjutkan pembangunan, khususnya bagian arsitektur interior.

“Secara keseluruhan kita membutuhkan anggaran Rp25 miliar lagi agar bangunan ini dapat digunakan secara sempurna,” ujar Irzan.

Jika ketersediaan anggaran Pemkab Bintan mendukung, pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan direncanakan dapat rampung pada 2028.

Ilustrasi desain Masjid Agung Bandar Seri Bentan di Bintan Buyu yang direncanakan menjadi salah satu ikon baru kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bintan. F : Dok. Disperkim Bintan

Dirancang Jadi Ruang Publik dan Ikon Baru Bintan

Masjid Agung Bandar Seri Bentan berdiri di atas lahan seluas sekitar empat hektare di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bintan. Lokasinya berada di seberang Kantor DPRD Bintan serta berdekatan dengan Kantor Bupati Bintan, Kejaksaan Negeri Bintan dan Polres Bintan.

Bangunan masjid dirancang memiliki dua lantai. Lantai pertama akan dilengkapi ruang serbaguna dengan kapasitas sekitar 300 orang yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk akad nikah, resepsi maupun kegiatan masyarakat lainnya.

Sementara lantai dua diperuntukkan sebagai ruang utama ibadah dengan kapasitas sekitar 800 jemaah. Bangunan tersebut juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas.

Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Bandar Seri Bentan mengusung ornamen dekoratif bergaya Timur Tengah yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah.

Warna abu-abu pada dinding dipadukan dengan kubah berwarna emas, hitam dan putih. Sementara desain pintu masjid juga mengadopsi elemen arsitektur Masjid Nabawi.

Untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah, bagian lantai masjid direncanakan menggunakan karpet yang didatangkan dari Persia dan Turki.

Baca Juga :  Prestasi Bintan Diakui Pemerintah Pusat, Raih Dua Penghargaan dan Insentif Rp2 Miliar

Tak hanya bangunan utama, area luar masjid setelah pintu gerbang juga dirancang sebagai ruang publik bagi masyarakat.

Kawasan tersebut direncanakan memiliki plaza, area UMKM, spot untuk menikmati pemandangan kawasan Bandar Seri Bentan, power station yang dapat digunakan masyarakat, taman dengan pohon kurma serta area bermain anak.

Irzan mengatakan konsep tersebut dibuat agar keberadaan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi masyarakat di kawasan Bintan bagian tengah.

“Alasan kami menghadirkan fasilitas ini, karena untuk wilayah Bintan di bagian tengah ini area publik yang seperti di Bintan Timur dan Bintan Utara belum terpenuhi. Harapan kami ini bisa menjadi ikon baru bagi Kabupaten Bintan,” ucap Irzan.

Total Anggaran Capai Rp22,22 Miliar

Sejak pembangunan dimulai pada 2019 hingga 2026, total anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan mencapai Rp22.229.510.000.

Rinciannya yakni Rp8,62 miliar pada 2019, Rp2,877 miliar pada 2021, Rp739,84 juta pada 2022, Rp881,28 juta pada 2023, Rp862,86 juta pada 2024, Rp2,440 miliar pada 2025, dan Rp5,807 miliar pada 2026.

Dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan dukungan anggaran daerah, Masjid Agung Bandar Seri Bentan diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang publik baru sekaligus salah satu ikon kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bintan. (Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *