Dua Mahasiswa UMRAH Raih Juara 3 Nasional Lewat Gagasan Lindungi Anak di Ruang Digital

Tanjungpinang — Dua mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. Tim Cendekia Muda UMRAH meraih Juara 3 dalam ARETÈ Essay Competition 2026 melalui gagasan inovasi LINDUNGI.

Tim tersebut beranggotakan Sendi Kurnia Putra, mahasiswa semester 7 Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMRAH, serta Novita Ester Anggriani Pangaribuan, mahasiswa semester 5 dari program studi yang sama.

banner 728x90

Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengangkat gagasan LINDUNGI yang berfokus pada upaya mencegah chat grooming terhadap anak dan remaja di ruang digital.

Chat grooming merupakan pola pendekatan yang dilakukan seseorang melalui komunikasi dengan anak atau remaja untuk membangun kepercayaan sebelum kemudian berpotensi mengarah pada eksploitasi atau tindakan yang membahayakan.

Gagasan LINDUNGI ditawarkan sebagai pendekatan preventif untuk meningkatkan perlindungan anak dan remaja di tengah semakin tingginya aktivitas komunikasi di ruang digital.

Baca Juga :  Mudik Lebaran 2026: PELNI Siapkan 55 Kapal, Batam Jadi Salah Satu Pelabuhan Terpadat

Inovasi LINDUNGI Angkat Isu Keamanan Anak di Ruang Digital

Novita Ester Anggriani Pangaribuan yang juga merupakan ketua tim mengatakan, capaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan gagasan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan membawa nama UMRAH di tingkat nasional,” ujar Novita.

Ia berharap gagasan LINDUNGI tidak hanya berhenti sebagai karya dalam kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas dalam upaya mencegah chat grooming terhadap anak dan remaja.

Sementara itu, Sendi Kurnia Putra mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil diraih bersama tim. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut juga memberikan pengalaman dan pengetahuan baru.

“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi ini dan meraih Juara 3. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami,” kata Sendi.

Baca Juga :  UMRAH Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat LUPIC 2026, Dorong Inovasi FabLab dan Pendidikan Maritim

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang telah memberikan dukungan selama proses penyusunan karya hingga mengikuti kompetisi.

ARETÈ Essay Competition 2026 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum (HIMKUM) dan REACTION UMRAH. Kompetisi tingkat nasional ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Padjadjaran, BINUS University, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, serta perguruan tinggi lainnya.

Tim Cendekia Muda UMRAH berhasil melaju hingga babak final sebelum akhirnya meraih posisi ketiga. Juara pertama diraih Universitas Surakarta, sedangkan posisi kedua diraih Universitas Pamulang.

Wakil Rektor UMRAH Bidang Kemahasiswaan, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., turut mengapresiasi capaian yang diraih kedua mahasiswa tersebut.

Baca Juga :  Hadapi 9 Kategori Menantang, Tour de Bintan 2026 Siap Manjakan Pesepeda Dunia

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa UMRAH dalam menghasilkan gagasan kreatif yang relevan dengan persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMRAH mampu menghasilkan gagasan-gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Suryadi.

Ia menilai isu yang diangkat melalui LINDUNGI memiliki nilai penting, khususnya dalam meningkatkan kesadaran mengenai perlindungan anak dan remaja di ruang digital.

Suryadi berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UMRAH lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional.

Prestasi Tim Cendekia Muda UMRAH ini sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan gagasan untuk menjawab persoalan keamanan dan perlindungan anak di era digital. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *