Bintan – Sopir bus sekolah milik Pemerintah Kabupaten Bintan, Nova, menceritakan detik-detik kecelakaan yang menyebabkan kendaraan yang dikemudikannya terbalik di Jembatan Pulau Ladi, Selasa (20/10/2026) sore.
Nova mengaku tidak memiliki cukup ruang untuk membanting setir ketika mobil Mitsubishi Xpander Cross warna Putih bernomor polisi BP 1608 E itu menghantam bus yang membawa 2o penumpang pegawai Disdik Bintan tersebut. Ia khawatir bus justru keluar dari badan jembatan jika melakukan manuver menghindar.
“Begitu dihantam oleh mobil Xpander itu, kami tidak bisa banting setir. Kalau banting setir, bisa keluar jembatan karena kita dari kiri. Saya mencoba menahan, makanya terguling di tengah jalan,” ujar Nova di lokasi kejadian.
Ia mengatakan, saat kejadian, kondisi jalan di depan kedua kendaraan menurut pengamatannya sedang kosong. Nova mengaku tidak mengetahui mengapa mobil Xpander tiba-tiba menghantam bus yang dikemudikannya.
“Tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja dia menghantam kita. Posisi jalan di depan bus dan Xpander kosong,” katanya.
Nova menyebut bus melaju dengan kecepatan sekitar 40 hingga 50 kilometer per jam sebelum kecelakaan terjadi.
“Kecepatan kami standar saja, sekitar 40–50 km per jam karena kita bus juga. Jadi biasa saja, enggak laju,” ujarnya.

Kecelakaan yang melibatkan bus sekolah Pemkab Bintan dan mobil Mitsubishi Xpander itu mengakibatkan 21 penumpang bus (termasuk supir) mengalami luka-luka dan dievakuasi ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Sementara tiga penumpang Xpander dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Tanjungpinang untuk mendapatkan perawatan.
Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut dari masyarakat sekitar pukul 16.20 WIB.
“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar pukul 16.20, bahwa adanya laka lantas di Jembatan 5, tepatnya di dekat restoran Seafood Mangrove Apung, antara bus dan mobil Xpander,” kata Yelvis.
Berdasarkan keterangan awal yang diterima kepolisian, kecelakaan diduga terjadi ketika mobil Xpander yang melaju dari arah Tanjungpinang menuju Tanjunguban kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, bus sekolah melaju dari arah Tanjunguban menuju Tanjungpinang. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak dapat dihindari.
Yelvis menjelaskan, setelah terjadi benturan, sopir bus berupaya menghindari kendaraan lain. Namun, bus kemudian menabrak pembatas jembatan hingga akhirnya terguling di badan jalan.
“Pada saat kejadian berlangsung, karena jarak terlalu dekat, maka terjadilah benturan yang mengakibatkan kerusakan. Bus sempat menghindar supaya tidak menabrak kendaraan lain. Karena menghindar tersebut, bus menabrak pembatas sehingga menyebabkan kendaraan terguling,” ujarnya.

Kendaraan Dievakuasi, Lalu Lintas Sempat Macet
Pasca kecelakaan, petugas kepolisian melakukan evakuasi terhadap kedua kendaraan menggunakan mobil derek atau crane. Polisi juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi yang sempat mengalami kemacetan.
Dari kondisi kendaraan di lokasi kejadian, bagian depan mobil Mitsubishi Xpander terlihat mengalami kerusakan parah. Sementara itu, bus sekolah milik Pemerintah Kabupaten Bintan juga mengalami kerusakan setelah terguling.
Kasat Lantas Polres Bintan mengatakan kedua kendaraan akan dibawa ke Mapolres Bintan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan kronologi dan penyebab kecelakaan yang mengakibatkan 24 orang mengalami luka-luka itu. (Tim)













