Gandeng Eksportir Berpengalaman, Bupati Lingga Sulap Perairan Pulau Lalang Jadi Pusat Rumput Laut Nasional

Kepri, Lingga, Peristiwa248 Dilihat

Lingga – Perairan Pulau Lalang kini bersiap menjadi mesin ekonomi baru bagi Kabupaten Lingga. Bupati dan Wakil Bupati Lingga turun langsung meninjau lokasi rencana kebun bibit rumput laut yang diinisiasi oleh PT Kebula Raya Bestari, perusahaan kawakan yang telah lebih dari dua dekade malang melintang di dunia budidaya dan ekspor laut, Kamis (30/4/2026).

Dikutip dari pres rilis Dikominfo Lingga, langkah strategis ini bukan sekadar rencana di atas kertas. PT Kebula Raya Bestari telah mematok target ambisius untuk melakukan ekspor perdana rumput laut hasil perairan Pulau Lalang ke Korea dan China pada November 2026 mendatang. Produksi awal dari kawasan ini diproyeksikan mencapai angka kurang lebih 20 ton.

banner 728x90

Kehadiran investor berpengalaman ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Program budidaya ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal di Pulau Lalang secara signifikan. Harapannya, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat seiring dengan geliat ekspor tersebut.

Baca Juga :  Cegah HIV dan Hapus Stigma, PMI Bintan Gelar Edukasi Kesehatan di Kampus STAIN SAR Kepri

Ambisi Kabupaten Lingga tidak berhenti di Pulau Lalang. Ke depan, pemerintah daerah merencanakan ekspansi budidaya rumput laut ke berbagai wilayah potensial lainnya di Lingga dengan proyeksi luas lahan mencapai 5.000 hektar.

Dengan potensi alam yang luar biasa, sektor kelautan ini diproyeksikan menjadi unggulan daerah sekaligus menjadi role model nasional dalam pengelolaan budidaya rumput laut yang berkelanjutan dan modern.

Pemerintah Kabupaten Lingga memastikan akan terus bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Kepri, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memastikan program berjalan optimal, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan memperkuat posisi Lingga sebagai poros maritim yang produktif di Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *