Permudah Urusan Warga, Aplikasi BISA Satukan Berbagai Layanan Publik Pemkab Bintan

Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan resmi meluncurkan portal integrasi terbaru bernama Bintan Satu Akses (BISA) pada Kamis (18/6/2026). Inovasi yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bintan ini hadir sebagai langkah nyata mempercepat transformasi digital sekaligus menyatukan seluruh layanan publik dalam satu pintu berbasis data.

Peluncuran portal BISA ini dipimpin langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, di Aula Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu. Acara ini juga disejalankan dengan Penandatanganan Pakta Integritas Integrasi Sistem Informasi oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) demi mendukung penuh penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dalam arahannya, Bupati Bintan Roby Kurniawan menekankan bahwa penerapan teknologi di pemerintahan harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat berupa pelayanan yang lebih sederhana, responsif, dan saling terhubung.

“Digitalisasi tidak boleh hanya dimaknai dengan membuat aplikasi baru. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana teknologi mampu menyelesaikan masalah, menghubungkan layanan, memperbaiki tata kelola, serta membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik berbasis data,” tegas Roby Kurniawan.

Baca Juga :  Pemkab Bintan Anggarkan Rp1,7 Miliar untuk Rehab 44 Rumah Tidak Layak Huni di 2026

Lebih lanjut, Roby menyoroti peran strategis Diskominfo Bintan yang kini bertindak sebagai Government Chief Integration Officer (GCIO). Diskominfo dituntut tidak hanya mengelola server dan jaringan, melainkan wajib menjadi penggerak utama yang mengoordinasikan keterpaduan seluruh sistem informasi di lingkungan Pemkab Bintan.

Gunakan Sistem Single Sign On dan Keamanan Sandi Data BSSN

Kepala Diskominfo Bintan, Didi Kurniadi, menjelaskan bahwa portal BISA dikembangkan untuk menjawab tantangan maraknya aplikasi dinas yang selama ini beroperasi secara terpisah (silo system). Melalui platform ini, seluruh perangkat daerah akan melebur dalam satu ekosistem digital.

Inovasi ini mengandalkan sistem Single Sign On (SSO) dan Single Sign App. Bagi masyarakat yang sudah memiliki akun di aplikasi daerah seperti Si-Pandu Capil, datanya otomatis tersinkronisasi ke portal BISA. Pengguna baru pun cukup membuat satu akun tanpa perlu berulang kali mengunggah berkas KTP jika data dasarnya sudah tersimpan di sistem dinas lain.

Baca Juga :  Ingatkan Bobot Kompetensi Paling Tinggi, Sekda Bintan Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar Angkatan XXI

“BISA tidak hanya menjadi gerbang layanan digital, tetapi juga fondasi dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis data yang terintegrasi agar proses pelayanan dan pengambilan keputusan lebih cepat, tepat, dan efisien,” ujar Didi Kurniadi, yang menginisiasi proyek ini di sela keikutsertaannya pada PKN Tingkat II Angkatan I BPSDM Kemendagri Tahun 2026.

Menariknya, keandalan portal BISA ini didukung oleh peningkatan kualitas data daerah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Bintan. Dari sisi keamanan cyber, Pemkab Bintan resmi mengadopsi Sandi Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menjadikannya sebagai daerah pertama di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang menerapkan proteksi informasi tersebut.

Baca Juga :  Ketuk Pintu Langit, Bupati Roby dan Ribuan Jemaah Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan di Bintan

Target Rampung Total pada Juni 2027

Sebagai tahap awal, terdapat lima aplikasi pelayanan publik yang dijadikan pilot project dan telah terintegrasi penuh ke dalam portal BISA, yakni:

  1. Si-Pencapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil)

  2. Si-Lancar

  3. Si-Pintar (Dinas Pendidikan)

  4. Layanan Beasiswa

  5. PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi)

Melalui pakta integritas yang ditandatangani, Bupati Roby Kurniawan menargetkan per Juni 2027 seluruh layanan digital dari seluruh OPD di Kabupaten Bintan wajib terintegrasi total ke dalam ekosistem BISA.

Saat ini, masyarakat sudah dapat mengakses portal Bintan Satu Akses (BISA) melalui perangkat web browser. Sementara untuk aplikasi versi mobile di Google Play Store dan App Store dijadwalkan akan siap diunduh secara luas pada bulan Juli mendatang. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *