Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan terus bergerak cepat menghadapi dampak kekeringan yang telah berlangsung lebih dari satu bulan terakhir. Selain menyalurkan bantuan air bersih sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Bintan juga mulai menyiapkan langkah strategis untuk penanganan jangka panjang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini fokus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus memetakan solusi berkelanjutan.
“Prinsipnya, solusi tercepat terus kita upayakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Hari ini kita meninjau sumber air baku yang ada dan memetakan langkah strategis sebagai antisipasi jangka panjang,” ujar Ronny saat meninjau SPAM IKK Seri Kuala Lobam di Sei Lepan, Senin (30/03).
Usai peninjauan, Sekda bersama jajaran terkait menggelar rapat terbatas guna merumuskan kebijakan strategis. Hasilnya, dalam waktu dekat Pemkab Bintan akan membangun sumur bor lengkap dengan fasilitas penampungan di tiga wilayah terdampak, yakni Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam, dan Desa Teluk Sasah. Langkah ini diambil menyusul terhentinya operasional SPAM IKK SKL.
“Sudah kami laporkan kepada Bupati dan langsung disetujui. Targetnya, dalam dua pekan ke depan sumur bor sudah dapat beroperasi. Sementara itu, distribusi air bersih oleh OPD serta bantuan dari BIIE tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan warga,” jelasnya.
Sumur bor tersebut nantinya akan menjadi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama 24 jam. Untuk sementara, lokasi pembangunan direncanakan berada di halaman kantor lurah dan kantor desa di masing-masing wilayah.
Ronny juga membuka kemungkinan penambahan titik sumur bor apabila diperlukan, terutama bagi warga yang lokasinya jauh dari titik awal pembangunan.
“Tim akan segera melakukan survei dan kajian di lapangan. Jika ada lokasi lain yang memungkinkan, baik dari sisi lahan maupun kebutuhan masyarakat, tentu akan kita pertimbangkan,” tambahnya.
Untuk jangka menengah dan panjang, Pemkab Bintan juga akan melakukan kajian mendalam terhadap potensi sumber air baku dari sejumlah waduk. Salah satunya waduk di Kampung Limau, Desa Busung, yang secara teknis memiliki volume dan tingkat pH air yang memenuhi standar sebagai sumber air baku SPAM. (Red)










