Bintan – Meskipun hujan dengan intensitas lokal mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan, Pemerintah Kabupaten Bintan tetap berkomitmen mengantisipasi krisis air bersih. Melalui sinergi lintas instansi, puluhan ton air bersih didistribusikan kepada ratusan warga yang terdampak kekeringan, Senin (06/04).
Aksi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi antara BPBD, Dinas Perkim, Bapenda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta PMI Kabupaten Bintan. Fokus pendistribusian kali ini menyasar beberapa titik padat penduduk di Kelurahan Sei Lekop dan Desa Malang Rapat.
Di wilayah Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, tim gabungan menyalurkan total 46 ton air bersih. Bantuan ini menyasar warga di RW 03, mencakup Perumahan Yudha Oktaviari, Perumahan Griya Indokencana, dan Grand Pesona Mutiara 3.
Tercatat sebanyak 180 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa menerima manfaat langsung dari distribusi ini. Tak hanya di Sei Lekop, bantuan juga menyentuh wilayah Malang Rapat dengan mendistribusikan sebanyak 16 ton air ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) setempat.
Kualitas Air Baku Bukit Panglong Terjamin
Kepala Dinas Perkim Bintan, Muhammad Irzan, menjelaskan bahwa air yang disalurkan bersumber dari air baku Bukit Panglong, Kijang. Ia menjamin kualitas air tersebut sangat baik untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kualitas air dari Bukit Panglong sangat jernih, tidak berbau, dan tidak berwarna. Kami juga telah melakukan pengecekan teknis menggunakan alat tes pH, dan hasilnya berada di angka 6,8. Ini menunjukkan air tersebut dalam kondisi normal dan sangat layak,” jelas Irzan.
Lebih lanjut, Irza menambahkan bahwa air ini aman untuk dikonsumsi. “Air yang kami distribusikan layak konsumsi, warga hanya perlu memasaknya dengan suhu tertentu hingga mendidih untuk memastikan bakteri atau patogen lainnya hilang,” tambahnya.
Bantuan ini disambut baik oleh masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat musim kemarau. Susanto, Ketua RW 03 Kelurahan Sei Lekop menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bintan.
“Kami sangat berterima kasih atas respon cepat dan penyaluran air yang diberikan secara merata ini. Bantuan ini sangat meringankan beban kami di perumahan,” ungkapnya singkat.
Penyaluran air bersih kepada warga ini dilaksanakan selama masa tanggap darurat krisis air, terhitung sejak 26 Maret hingga 7 April 2026. (Red)












