Bintan – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meresmikan operasional peternakan ayam pedaging K&S Brother Farm di Desa Ekang Enculai, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (8/4). Kehadiran peternakan ini diharapkan menjadi pilar penting dalam menekan angka defisit pasokan daging ayam di wilayah Kepri.
Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pelepasan anak ayam (live bird) secara simbolis ke dalam kandang oleh Wagub Nyanyang, didampingi pemilik K&S Brother Farm, Charles dan Willy.
Dalam sambutannya, Nyanyang Haris Pratamura mengungkapkan bahwa kebutuhan daging ayam pedaging di Provinsi Kepri mencapai 120 hingga 150 ton per hari. Namun, produksi peternak lokal saat ini baru mampu menyumbang sekitar 40 persen dari total kebutuhan tersebut.
“Sisanya sekitar 60 persen masih harus kita datangkan dari luar daerah seperti Medan, Payakumbuh, dan Lampung. Karena itu, pemerintah sangat mengapresiasi kehadiran peternak lokal seperti K&S Brother Farm ini untuk memperkecil ketergantungan pasokan dari luar,” ujar Nyanyang yang juga menjabat Ketua DPD HKTI Kepri tersebut.
Nyanyang juga menekankan bahwa sektor peternakan ini harus terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Wajib, diharuskan untuk bersinergi dan mendukung program MBG Pak Prabowo, antara petani, peternak, dan pengelola protein hewani lainnya menjadi kunci keberhasilan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
K&S Brother Farm berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektare dengan fasilitas kandang semi-modern berukuran 15×50 meter. Kandang-kandang ayam dibangun bertingkat dan lebih tinggi dari lantai tanah,
Pada tahap awal, peternakan ini menampung 15 ribu ekor ayam dan diproyeksikan mampu mencapai kapasitas maksimal hingga 22 ribu ekor.
Pengelola K&S Brother Farm, Charles, memastikan operasional peternakan tetap memprioritaskan kenyamanan masyarakat sekitar. Sistem pengelolaan limbah kotoran (kohe) dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali dan disimpan di gudang khusus yang tertutup rapat.
“Untuk menghilangkan bau, kami menggunakan sistem blower standar dan memanfaatkan sinar matahari sesuai prosedur kesehatan hewan. Target utama pemasaran kami adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Kabupaten Bintan,” kata Charles usai peresmian.
Disisi lain, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri, drh. Iwan Berri Prima menyatakan metode pengelolaan Kandang ayam bertingkat (sering disebut kandang baterai panggung) memiliki keunggulan signifikan dibandingkan kandang lantai tanah (litter), terutama dalam hal efesiensi lahan, manajemen kebersihan dan kesehatan ayam.
“Kandang ayam yang berlantaikan tanah itu, ayam-ayamnya rentan stress ketika pengelola masuk ke dalam kandang untuk memberi pakan, ayam-ayamnya juga rentan terinjak saat memberi pakan,” jelasnya.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP2KH Kepri, drh. Iwan Berri Prima, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bintan, Panca Azdigoena, Kepala DKUPP Bintan, Asy Syukri, Camat Teluk Sebong Nur Aini, Forkompimda Kabupaten Bintan serta jajaran pengurus HKTI Provinsi Kepri dan Kabupaten Bintan. (Red)











