Batam — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masa bakti 2023-2028 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Ballroom Hotel Harmoni One Batam, Kamis (17/9/2026).
Dalam prosesi tersebut, Saibansah Dardani dikukuhkan sebagai Ketua PWI Kepri, didampingi Alfian Lumban Gaol sebagai Sekretaris dan Nizamul Akhyar sebagai Bendahara.
Pelantikan juga mengukuhkan Marganas Nainggolan sebagai Ketua Dewan Penasihat, Parna E. Simarmata sebagai Ketua Dewan Kehormatan, serta Ramon Damora sebagai Ketua Dewan Pakar.
Dalam sambutannya, Akhmad Munir menekankan pentingnya mempertahankan nilai perjuangan pers di tengah perkembangan teknologi dan pesatnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurut Munir, PWI memiliki DNA pejuang yang melekat sejak organisasi tersebut lahir pada 9 Februari 1946. Saat itu, para wartawan turut berperan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“PWI lahir dengan DNA pejuang, lahir saat 9 Februari 1946 oleh para wartawan yang turut memperjuangkan kemerdekaan RI dan mempertahankan kemerdekaan RI. Di situlah kita sebut PWI memiliki DNA pejuang,” ujar Munir.
Ia menilai nilai perjuangan tersebut tetap relevan di tengah perubahan lingkungan kerja jurnalistik akibat perkembangan teknologi digital.
Namun, menurutnya, perkembangan teknologi juga menuntut wartawan untuk meningkatkan kompetensi dan mampu beradaptasi.
Munir mencontohkan perkembangan teknologi yang kini memungkinkan wartawan membuat teks melalui teknologi pengenalan suara. Selain itu, AI juga mulai digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan jurnalistik.
Meski demikian, ia mengingatkan agar wartawan tidak menyerahkan sepenuhnya pekerjaan jurnalistik kepada AI.
“AI hanya sebagai pelengkap kerja-kerja profesionalisme, karena AI tidak mempunyai hati dan tidak punya simpati atau perasaan. Itu ada di manusia,” katanya.
Menurut Munir, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan memiliki peran penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar, akurat dan telah terverifikasi.
“Pers sejatinya adalah informasi yang benar, akurat dan terverifikasi kebenarannya. Substansi pemberitaannya adalah kepentingan publik dalam rangka mencari kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Tiga Hal yang Ditekankan di Era Digital
Untuk menghadapi tantangan dan peluang di era digital, Munir menyebut setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan wartawan.
Pertama, tetap memelihara nilai DNA perjuangan untuk kepentingan bangsa dan negara. Kedua, meningkatkan kompetensi dan keterampilan digital. Ketiga, terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Dia tetap memelihara nilai DNA pejuangnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Kedua meningkatkan kompetensi keterampilan digitalisasinya dan ketiga dia harus terus belajar beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” tegas Munir.
Munir menilai perkembangan AI bukan semata-mata menjadi persaingan bagi wartawan, tetapi menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam pekerjaan jurnalistik.
Menurutnya, derasnya arus informasi digital membuat wartawan harus semakin disiplin memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses verifikasi.
“Informasi yang beredar itu hiruk pikuk, belum tentu benar. Tetapi ketika wartawan, dia harus memastikan bahwa karyanya terverifikasi kebenarannya dan akurat,” katanya.
Saibansah : Momentum Berakhirnya Dualisme
Sementara itu, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menyebut pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi kewartawanan di Provinsi Kepri.
Menurut Saibansah, pengukuhan oleh Ketua Umum PWI Pusat menjadi momentum yang menandai berakhirnya dualisme kepengurusan PWI di tingkat pusat maupun daerah.
“Ini pelantikan ulang pengurus PWI Provinsi Kepulauan Riau yang dilakukan oleh Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir. Ini menjadi satu momentum yang menjadi bukti bahwa berakhirnya dualisme di tubuh PWI di seluruh Indonesia,” kata Saibansah.
Ia menyebut Kepri menjadi salah satu daerah yang menyelesaikan proses pengukuhan kepengurusan dalam momentum berakhirnya dualisme tersebut.
“Provinsi Kepri menjadi penutup pamungkas dari dualisme itu,” ujarnya.
Saibansah berharap setelah pelantikan dan pengukuhan tersebut, PWI Kepri semakin solid dan kompak dalam menjalankan program organisasi.
Ia juga menegaskan komitmen untuk terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan serta membangun pers yang sehat dan berintegritas di Kepulauan Riau.
“Harapannya dengan pelantikan ini, PWI Kepri semakin solid dan kompak, terus bergerak untuk maju dan mengembangkan kompetensi wartawan dan perkembangan pers yang sehat di Kepri serta menjadi pers di Kepri yang berintegritas,” katanya.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus PWI Kepri tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan Orientasi Keorganisasian Kewartawanan dengan tema “Menegakkan Integritas dan Profesionalisme Pers Demi Menjaga Marwah Negeri.” (Tim)







