Nekat Jadi Bartender Ilegal di Kafe, WN Maroko Dideportasi Imigrasi Tanjung Uban

Bintan, Kepri, Peristiwa54 Dilihat

Bintan – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban mengambil tindakan tegas dengan mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Maroko berinisial EMB (29). Pria asing tersebut diusir dari wilayah Indonesia setelah kedapatan menyalahgunakan izin tinggal dengan bekerja secara ilegal sebagai bartender di sebuah kafe.

Proses deportasi resmi dilakukan pada tanggal 14 Juni 2026 setelah seluruh rangkaian pemeriksaan intensif oleh petugas imigrasi rampung diselesaikan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan proaktif masyarakat yang mencurigai aktivitas seorang warga asing di salah satu kafe setempat di wilayah Tanjung Uban. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas Imigrasi Tanjung Uban bergerak cepat melakukan pengawasan dan pemeriksaan mendadak di lapangan.

Baca Juga :  Lawan Hoaks, Diskominfo Kepri Ajak AMSI Jadi Penjernih Informasi di Era Viral

“Di lokasi, petugas mendapati EMB tengah beraktivitas sebagai guest bartender (bartender tamu). Praktik tersebut dinyatakan sebagai pelanggaran berat keimigrasian karena tidak sesuai dengan peruntukan izin tinggal yang dikantongi oleh yang bersangkutan,” kata Adi Hari Pianto, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Uban, Kamis (18/06).

Selain menjatuhkan sanksi deportasi kepada WN Maroko tersebut, pihak imigrasi juga memberikan teguran keras kepada pemilik kafe. Pengusaha lokal diingatkan untuk lebih selektif dan mematuhi aturan keimigrasian dengan tidak mempekerjakan orang asing secara ilegal demi melindungi iklim usaha pekerja lokal.

Baca Juga :  Tertibkan Administrasi, Disnaker Batam Hanya Layani Kartu Pencari Kerja Digital bagi Warga Ber-KTP Batam

Tindakan hukum yang diambil oleh Imigrasi Tanjung Uban ini menjadi  komitmen instansi dalam memproteksi pelaku ekonomi kreatif dan industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Bintan dari serbuan tenaga kerja asing tanpa izin.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban, Adi Hari Pianto, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi warga asing yang mengancam mata pencaharian warga lokal.

“Setiap industri UMKM harus kita lindungi bersama. Kami tetap tegas bahwa tidak ada satu celah pun bagi WNA yang bisa dipergunakan untuk mengambil keuntungan sehingga merugikan warga negara Indonesia,” tegas Adi Hari Pianto kepada media.

Baca Juga :  Sisir Kawasan Industri Lobam hingga Patroli Laut, Imigrasi Tanjung Uban Pastikan Aktivitas WNA Tertib Aturan

Pihak imigrasi juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang ikut mengawasi keberadaan orang asing di lingkungannya. Melalui kerja sama erat antara warga dan aparat hukum, potensi kerugian ekonomi bagi pelaku usaha domestik dapat ditekan secara maksimal.

“Kepada EMB di berikan sangsi pencekalan selama 6 bulan, berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia,” tutup Adi. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *