Bintan – Komitmen menjaga stabilitas keamanan dan kepastian hukum di Kabupaten Bintan kini memasuki babak baru. Tiga instansi kunci penegak hukum dan pertahanan—Polres Bintan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan, dan Kodim 0315/Tanjungpinang—resmi merapatkan barisan tanpa sekat melalui rangkaian pertemuan maraton yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026).
Langkah taktis ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bintan, AKBP Argya Satya Bhawana, S.H., S.I.K. Didampingi jajaran Pejabat Utama Polres Bintan, ia bergerak menyambangi Kantor Kejari Bintan pada pagi hari, sebelum melanjutkan konsolidasi ke Markas Kodim 0315/Tanjungpinang pada siang harinya.
Pertemuan lintas sektoral ini mengirimkan sinyal kuat sekaligus pesan tegas kepada pihak-pihak yang berniat mengganggu ketertiban: aparat penegak hukum di Bintan kini bergerak dalam satu frekuensi yang solid demi kenyamanan warga.
Saat tiba di Kantor Kejari Bintan, rombongan kepolisian disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bintan, Rusmin, S.H., M.H. Dalam diskusi yang cair namun berbobot, kedua pihak bersepakat untuk mengikis komunikasi yang kaku antara penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum.
“Kami ingin pelayanan hukum ke masyarakat itu cepat dan berkeadilan. Kuncinya adalah komunikasi dua arah yang kuat. Kalau polisi dan jaksa sudah satu frekuensi, dinamika apa pun di lapangan bisa selesai dengan cepat,” ujar AKBP Argya Satya Bhawana.
Senada dengan Kapolres, Kajari Bintan Rusmin menegaskan bahwa institusinya siap membuka ruang kolaborasi penuh selama 24 jam. Ia menilai stabilitas wilayah merupakan faktor krusial bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sinergi kami dengan Polres adalah fondasi. Jika wilayah Bintan aman dan hukumnya pasti, otomatis investor nyaman, pembangunan lancar, dan masyarakat yang untung,” jelas Rusmin.
Penguatan Keamanan Hingga Tingkat Rumput
Kekompakan lintas instansi ini berlanjut ke Makodim 0315/Tanjungpinang, di mana Kapolres Bintan disambut langsung oleh Dandim 0315/TPI, Kolonel Inf Abdul Hamid, S.Ip. Fokus pembahasan di markas militer ini mengarah pada penguatan keamanan hingga ke level akar rumput.
AKBP Argya menekankan bahwa kolaborasi TNI-Polri adalah jangkar utama dalam merawat ketenangan publik. Merespons hal tersebut, Kolonel Inf Abdul Hamid langsung menginstruksikan seluruh jajaran Koramil hingga Babinsa di desa-desa untuk memberikan dukungan penuh (back-up) terhadap langkah-langkah pengamanan Polres Bintan.
“Bagi kami, soliditas ini harga mati. Tidak boleh ada sumbatan informasi di lapangan. TNI, Polri, dan Kejaksaan berdiri bahu-membahu. Kami pastikan semua program pembangunan di Bintan berjalan aman tanpa gangguan,” tegas Dandim 0315/TPI tersebut.
Tiga Jaminan Utama untuk Publik
Melalui konsolidasi taktis “Tiga Pilar” ini, masyarakat Kabupaten Bintan mendapatkan tiga garansi penting terkait pelayanan publik dan keamanan:
-
Respons Cepat: Pendeteksian potensi konflik di tingkat desa dipastikan berjalan lebih cepat berkat integrasi data dan kerja lapangan yang erat antara Babinsa serta Bhabinkamtibmas.
-
Hukum Bersih & Transparan: Penegakan hukum yang dikawal bersama sejak dini oleh Polres dan Kejari menjamin proses keadilan yang profesional dan objektif.
-
Ekonomi Maju: Iklim wilayah yang kondusif diproyeksikan mampu mendongkrak kepercayaan pasar, menarik arus investasi baru, dan memperluas lapangan kerja lokal.
Aksi turun bersama ini mempertegas bahwa jajaran pimpinan aparat di Bintan tidak lagi bekerja dari balik meja atau menara gading masing-masing, melainkan melebur bersama masyarakat demi mewujudkan Bintan yang aman dan produktif. (Red)







