Bintan – Musim kemarau yang mulai terasa di Kabupaten Bintan dalam sepekan terakhir membuat sejumlah warga mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi setelah sumber air sumur milik warga mulai berkurang hingga mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan air, sebagian warga di kawasan Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, mulai beralih menggunakan pasokan air dari pemasok air bersih.
Rohima, pemilik warung makan di kawasan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, mengatakan sumber air di tempatnya mulai mengering sejak sekitar sepekan terakhir.
Kondisi tersebut membuatnya untuk pertama kali membeli air dari pemilik sumur bor yang menyediakan pasokan air bagi warga.
“Baru sekali ini belinya, karena air sumur sudah kering sejak seminggu ini. Satu ton air dibeli seharga Rp75 ribu. Daerah sini sebagian kering memang,” ujar Rohima, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, berkurangnya ketersediaan air mulai dirasakan warga seiring kondisi cuaca yang semakin kering.
Permintaan Air Bersih Meningkat
Meningkatnya kebutuhan warga juga dirasakan para pedagang air bersih di wilayah tersebut.
Sunardi, salah seorang pedagang air bersih, mengatakan permintaan air meningkat selama musim kemarau. Dalam sehari, ia bahkan dapat mengantarkan air hingga lima trip kepada pelanggan.
Air yang dijual tersebut berasal dari sumur bor yang memang disiapkan sebagai sumber pasokan air untuk depot.
“Dari sumber air yang jelas,” kata Sunardi.
Ia menyebut meningkatnya permintaan terutama terjadi dari warga yang sumber air sumurnya mulai berkurang atau tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan cuaca mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air warga di sejumlah kawasan Bintan.
Warga yang mengalami kekurangan air pun mulai mencari sumber pasokan alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun usaha, termasuk membeli air dari pemasok. (tim)













