Harga Pakan Ayam di Bintan Melonjak Rp530 Ribu, Peternak Unggas Ngadu Ke Satgas Pangan

Bintan, Kepri, Peristiwa338 Dilihat

Bintan – Tingginya biaya logistik kini mulai berdampak serius pada sektor peternakan di Kabupaten Bintan. Merespons keluhan para peternak, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bintan bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) menggelar rapat koordinasi khusus pada Kamis (7/5/2026).

Pertemuan ini difokuskan untuk menampung aspirasi peternak unggas yang kian terhimpit kenaikan biaya operasional. Tercatat, kenaikan biaya logistik memicu lonjakan harga pakan ternak dan biaya produksi ayam potong hingga mencapai 30 sampai 40 persen.

banner 728x90

Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Bintan, Setia Kurniawan, menyatakan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Bintan. Satgas Pangan diminta untuk terus aktif menjaga stabilitas bahan pangan di tengah fluktuasi ekonomi.

Baca Juga :  Klaim Sukses Tekan Malnutrisi hingga 60 Persen, JAPFA Perluas Program 'One Day One Egg' ke 14 Sekolah di Bintan

“Berdasarkan perintah Bupati Bintan, DKUPP bersama Satgas Pangan diminta selalu aktif dalam menangani persoalan stabilitas bahan pangan di wilayah kita,” ujar Setia Kurniawan dalam keterangannya, Kamis (7/5).

Menyikapi kondisi tersebut, muncul rencana penyesuaian harga pangan, khususnya komoditas ayam. Namun, Setia menegaskan bahwa segala bentuk perubahan harga nantinya tetap akan mengacu pada koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.

Sebagai gambaran beratnya beban peternak saat ini, harga pakan ternak ayam kini telah menembus angka Rp530.000 per 50 kilogram. Padahal, sebelumnya harga pakan masih berada di kisaran Rp450.000.

Baca Juga :  Ringankan Beban Dapur Warga Pesisir, Lanal Bintan Bagikan 300 Paket Sembako dan Cek Kesehatan

Kenaikan yang cukup signifikan ini dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan ayam di pasar jika tidak segera ditemukan solusi logistik yang lebih efisien. Pemerintah Kabupaten Bintan berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga di tingkat produsen hingga konsumen guna memastikan kestabilan ekonomi daerah. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *